Sarasehan Kemasjidan dan Lokakarya Nasional Badan Kesejahteraan Masjid atau Saraloka BKM diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Peaceful Muharam oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Acara ini dibuka oleh Wakil Menteri Agama, Romo R Muhammad Syafi’i. Wamenag menegaskan bahwa peran masjid sebagai pusat pembinaan masyarakat harus lebih holistik, termasuk sebagai pusat transformasi sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Ia menjelaskan bahwa sejak zaman Rasulullah hingga Khilafah Utsmaniyah, masjid memiliki peran penting dalam pendidikan, pelayanan sosial, musyawarah, dan logistik perjuangan. Contoh dari kota Madinah menunjukkan bagaimana keragaman suku, agama, dan budaya dapat diselaraskan dalam sistem nilai ke-Tuhan-an, dengan masjid sebagai fondasi perubahan.
Wamenag juga mengajak pengelola masjid untuk menjawab kebutuhan umat dengan berbagai program konkret yang sesuai dengan zaman, seperti memiliki klinik, perpustakaan, layanan zakat, dan beasiswa pendidikan. Ia menekankan pentingnya pengelolaan dana keagamaan seperti zakat, infak, dan wakaf secara produktif agar dapat memberikan dampak yang signifikan. Romo Syafi’i juga menyoroti perlunya sistem kebijakan lintas sektor untuk mendukung pengelolaan masjid, serta menyusun buku strategis tentang peran sosial masjid berbasis wakaf dan zakat.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan Saraloka BKM melibatkan 300 peserta dari berbagai daerah. Arsad menekankan pentingnya sinergi dalam bentuk kolaborasi pentahelix antara pemerintah, ormas, akademisi, pelaku usaha, dan media untuk menjawab isu-isu sosial umat. Ia juga menyatakan bahwa masjid harus menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi masalah kompleks seperti perceraian, kemiskinan, dan pinjaman daring ilegal.
Dengan jumlah masjid dan musala yang terdaftar pada aplikasi SIMAS serta lembaga BKM yang bertanggung jawab atas pengelolaannya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menggerakkan pembangunan berbasis komunitas. Arsad menekankan bahwa hasil Saraloka perlu diimplementasikan dalam panduan program yang relevan dan berdampak. Pada kesimpulannya, Arsad menyatakan bahwa masjid yang berdaya akan menghasilkan umat yang kuat secara spiritual dan mandiri secara sosial. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh berbagai lembaga terkait yang menandatangani nota kesepahaman strategis antarlembaga.












