Pengelola TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur, menghadapi tantangan dalam mengawasi area rawan di pemakaman tersebut karena keterbatasan sumber daya manusia. Hanya ada dua petugas yang harus membagi tugas antara pelayanan, mengatur lalu lintas, dan mengurus pemakaman. Permintaan makam yang tinggi juga menjadi faktor kendala, dengan hampir 12 permintaan per hari. Kurangnya petugas juga mengekspos kelemahan pemakaman, dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan pencurian aksesoris makam dan material pagar besi. Selain itu, kejadian aksi mesum di area TPU Kebon Nanas juga menciptakan dampak negatif di media sosial dan memicu kekhawatiran warga sekitar. Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak pengelola terus melakukan penertiban terhadap bangunan liar di sekitar kawasan pemakaman. Aksi ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan dan menjaga keamanan serta ketertiban area TPU Kebon Nanas.
Pelarangan Mesum di TPU: Tanggung Jawab Pengelola
Read Also
Recommendation for You

Petani Jawa Timur Disebut dalam Pidato Kenegaraan Prabowo Pada Pidato Kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Joko…

Menteri Hukum Berkomitmen untuk Memberantas Korupsi sesuai Pesan Prabowo Pesan dan komitmen Presiden RI, Prabowo…

Polda Metro Jaya Tangkap Empat Tersangka Terkait Kasus Challenge Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Pada…









