Pemerintah Akan Normalisasi Harga Tanah Demi Tekan Harga Rumah

Pemerintah melalui Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Republik Indonesia (PKP RI) Fahri Hamzah merencanakan untuk melakukan upaya normalisasi harga tanah guna membangun perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Fahri menekankan bahwa biaya rumah tidak semata-mata karena teknologi dan konstruksi yang mahal, melainkan lebih disebabkan oleh harga tanah yang tidak masuk akal. Oleh karena itu, pemerintah harus mengambil langkah untuk menstabilkan harga tanah. Presiden Prabowo mendorong penggunaan tanah negara agar harga tanah dapat ditekan, bahkan hingga konsep sewa jangka panjang dengan harga nol. Hal ini sejalan dengan upaya membangun rumah dengan harga terjangkau, seperti yang dilakukan oleh Semen Indonesia Grup yang membangun rumah percontohan dengan harga Rp 50 juta. Kolaborasi antara pemerintah, pengembang, perbankan, dan masyarakat juga diperlukan untuk percepatan realisasi program 3 juta rumah. Program pembangunan rumah ini sangat penting mengingat masih ada 35 persen masyarakat yang tinggal di hunian tak layak. Pemerintah Presiden Prabowo ingin membawa kesejahteraan bagi rakyat dengan mengoptimalkan APBN melalui program-program prioritas seperti program hunian, makan bergizi gratis, dan cek kesehatan gratis. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat memberikan manfaat yang maksimal kepada masyarakat.

Source link