Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjelaskan alasan di balik keputusan pemerintahannya untuk menghapus kebijakan tantiem di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengalami kerugian serta mengurangi jumlah komisaris BUMN. Prabowo menemukan fakta-fakta yang tidak masuk akal terkait tantiem yang diberikan kepada direksi atau komisaris BUMN. Dengan tegas, Prabowo menyatakan bahwa penghapusan tantiem dilakukan karena keberatan atas keuntungan yang dibagikan kepada direksi atau komisaris yang dinilai tidak masuk akal. Ia juga menyoroti masalah terkait jumlah komisaris BUMN yang terlalu banyak, terutama pada perusahaan yang mengalami kerugian. Prabowo memerintahkan agar BUMN diurus dengan lebih efisien oleh Badan Pengelola Investasi Danantara, dengan memangkas jumlah komisaris menjadi maksimal enam orang. Belanja uang negara harus dijaga dengan baik dan efisiensi penggunaannya harus ditingkatkan. Prabowo menegaskan bahwa belanja negara harus memberikan manfaat yang nyata, menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya beli, dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Prabowo Bongkar Alasan Penghapusan Tantiem BUMN: Ini Akal-Akalan!
Read Also
Recommendation for You
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah kembali ke tanah air setelah menghadiri perayaan 80 Tahun…
Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, kembali ke Bandara Halim Perdanakusuma setelah mengunjungi Beijing dalam perayaan 80…
Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Xi Jinping di Beijing membawa hasil positif dengan adanya kesepakatan…
Pada hari yang cerah tanggal 3 September, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menerima kunjungan dari Presiden…
Pimpinan DPR telah menerima dan merespons kekhawatiran yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan…
