Berita  

5 Jet Tempur Teratas dengan Biaya Operasional Tinggi, No 4 Ditargetkan oleh TNI AU!

Jet tempur memiliki peranan yang sangat vital dalam menjaga kedaulatan suatu negara. Namun, biaya operasionalnya sangat fantastis, terutama karena faktor teknologi siluman, mesin ganda, sistem sensor modern, dan perawatan yang kompleks. Beberapa jet bahkan bisa menelan biaya puluhan ribu dolar hanya untuk satu jam terbang.

Di antara jet tempur termahal di dunia saat ini, Lockheed Martin F-22 Raptor dari Amerika Serikat menempati posisi paling atas dengan biaya operasional sekitar Rp1,36 miliar per jam. F-22 Raptor dilengkapi dengan teknologi siluman tinggi, dua mesin bertenaga besar, dan membutuhkan perawatan khusus yang kompleks. Jet tempur Eurofighter Typhoon yang merupakan hasil kolaborasi negara-negara Eropa juga termasuk dalam daftar jet termahal dengan biaya sekitar Rp1,04 miliar per jam. Eurofighter Typhoon memiliki avionik canggih, fitur siluman parsial, dan kebutuhan perawatan intensif.

Selain itu, Lockheed Martin F-35 Lightning II dari Amerika Serikat juga menjadi salah satu jet tempur termahal dengan biaya operasional antara Rp672 juta hingga Rp1,36 miliar per jam terbang. Padahal, F-35 dilengkapi dengan sensor canggih, kemampuan siluman, dan perangkat lunak yang terus diperbarui. Jet tempur Dassault Rafale buatan Prancis relatif lebih terjangkau dengan biaya operasional antara Rp320 juta per jam. Rafale dirancang untuk menyeimbangkan kelincahan dan keterjangkauan biaya yang lebih efisien. Terakhir, Boeing F-15EX Eagle II menelan biaya sekitar Rp464 juta per jam untuk dioperasikan, dengan masa pakai yang lebih tahan lama dibandingkan banyak jet modern lainnya.

Meski biaya operasional jet tempur sangat tinggi, banyak negara masih mengutamakan memiliki jet tempur modern sebagai prioritas pembelian. Kekuatan, perlindungan, dan keunggulan teknologi yang dimiliki oleh jet tempur modern sangat penting dalam konflik militer modern. Setiap negara memilih jet tempur berdasarkan kebutuhan spesifiknya, mulai dari keunggulan udara, serangan darat, hingga dukungan taktis. Oleh karena itu, biaya operasional yang tinggi dianggap sebanding dengan peran strategis jet tempur dalam menjaga kedaulatan negara.

Source link