Xpeng, produsen mobil asal Cina, memutuskan untuk mengubah pendekatannya dalam pengembangan teknologi otonomnya. Sejak pertama kali memasang lidar ke dalam kendaraan listrik pada tahun 2020, Xpeng kini mengonfirmasi bahwa mereka telah menarik lidar dari kendaraannya. Candice Yuan, direktur senior dan kepala produk di Pusat Pengemudian Otonom Xpeng, menjelaskan bahwa data lidar tidak dapat berkontribusi pada sistem kecerdasan buatan perusahaan. Mereka lebih memilih untuk fokus pada pengembangan sistem AI berbasis visi yang menggunakan model bahasa perusahaan dalam melatih sistem mereka. Dengan mengeluarkan lidar, Xpeng percaya bahwa model visi, bahasa, dan aksi (VLA) mereka dapat lebih efisien dalam menghadapi lingkungan yang kompleks di China.
Xpeng menawarkan sistem swakemudi yang disebut Navigation Guided Pilot (XNGP), yang merupakan alternatif dari Full Self-Driving (FSD) Tesla. Meskipun Xpeng meyakini bahwa pendekatan berbasis visi mereka telah terbukti efektif secara teoritis di China, beberapa peneliti mempertanyakan keputusan perusahaan ini. Perusahaan-perusahaan seperti Waymo dan Zoox masih menggunakan lidar dalam melatih AI mereka, mengklaim bahwa data dari lidar membantu sistem mereka membaca lingkungan dengan lebih akurat terutama dalam kondisi pencahayaan buruk atau cuaca yang tidak mendukung.
Meskipun argumentasi Xpeng tentang keefektifan lidar, perusahaan ini berpegang teguh pada keputusannya. Mereka percaya bahwa integrasi lidar dapat menyulitkan kalibrasi sensor dan proses pelabelan data yang rumit. Hal ini berbeda dengan argumen Tesla yang lebih memilih kamera dan video sebagai sistem AI mereka karena dianggap lebih murah, sederhana, dan mudah diskalakan secara global.
Meskipun begitu, perkembangan teknologi otonom di Cina semakin berkembang dengan pendekatan yang berbeda-beda. Merek lain di bawah Geely, yaitu Ji Yue, juga menggunakan pendekatan berbasis visi dalam sistem bantu pengemudi mereka. Meski masih ada kebutuhan untuk campur tangan manusia dalam situasi tertentu, perusahaan otomotif terus berupaya untuk mencapai visi mobil otonom tanpa pengemudi. Meskipun masih harus menunggu waktu yang belum pasti, perkembangan teknologi otonom terus menjadi sorotan dalam industri otomotif global.












