Berita  

Kualitas Makanan: Pentingnya Lebih dari Kuantitas

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran Rp71 triliun pada tahun 2025 baru menyerap Rp13 triliun hingga akhir Agustus. Sebanyak 22,7 juta masyarakat di Indonesia telah menerima manfaat program tersebut. Data Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan distribusi penerima MBG terbanyak di Pulau Jawa dengan 13,26 juta orang. Sedangkan Sumatera memiliki 4,86 juta penerima, Bali dan Nusa Tenggara 1,34 juta orang, Sulawesi 1,7 juta orang, Kalimantan 1,03 juta orang, dan Maluku serta Papua 520 ribu orang.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyatakan bahwa serapan anggaran belum optimal karena pihaknya hati-hati dalam pelaksanaannya. Mempercepat penyerapan dana tanpa memastikan kualitas dapat menimbulkan masalah kesehatan. Uang negara yang digunakan untuk MBG berasal dari pajak rakyat, sehingga pemanfaatannya harus bertanggung jawab. Kualitas dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi fokus utama agar makanan yang disajikan aman.

Saat ini ada 7.644 SPPG yang beroperasi di berbagai daerah. BGN lebih menekankan konsistensi kualitas daripada hanya mengejar target serapan anggaran. Nanik menegaskan bahwa peningkatan kualitas lebih penting daripada kuantitas dalam program MBG. Prabowo, yang menghadapi kasus keracunan MBG, berencana memanggil BGN untuk membahas keracunan massal siswa sekolah usai mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Source link