Berita  

Tragedi Bocah 8 Tahun di Penjaringan: Tangisan Subuh yang Menyayat Hati

Kasus kematian seorang bocah perempuan berinisial AR (8) di Penjaringan, Jakarta Utara terus mengungkap fakta baru. Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, Komisaris Polisi Onkoseno Grandiarso Sukahar, beberapa saksi sering melihat tubuh korban penuh luka sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk menyelidiki kasus tersebut secara mendalam.

Menurut Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Polisi I Gede Gustiyana, ayah korban melihat AR murung dan memiliki lebam biru di wajah. Sang ibu mengklaim bahwa luka tersebut disebabkan oleh korban jatuh dari motor. Saksi lain, seperti penjual kopi, penjual nasi, dan petugas keamanan, juga mengakui melihat luka-luka di tubuh korban, termasuk goresan seperti cakaran di leher.

Sejumlah penghuni kos di sekitar tempat kejadian juga memberikan kesaksian yang mengejutkan. Mereka sering mendengar tangisan AR setiap subuh, bahkan salah satu saksi pernah memukul tembok kontrakan untuk menyuruh bocah itu berhenti menangis. Kejadian itu menggemparkan warga saat jasad AR ditemukan di lantai tiga Kos Ratna Sari, dalam kondisi mengenaskan. Polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara setelah menerima laporan pertama sekitar pukul 00.00 WIB.

Dengan adanya fakta-fakta baru yang terus terungkap, kasus kematian AR masih menjadi misteri yang perlu dipecahkan untuk membawa keadilan bagi korban dan keluarganya.

Source link