Presiden Amerika Serikat Donald Trump diundang untuk menghadiri KTT Ke-47 ASEAN di Malaysia pada akhir Oktober 2025. Namun, hal ini bukan keputusan sepihak dari Malaysia sebagai tuan rumah. Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid menegaskan bahwa undangan tersebut merupakan keputusan bersama anggota ASEAN. Meskipun Malaysia menghormati konsensus diplomatik ASEAN, tetap teguh dalam pendiriannya terhadap campur tangan Amerika Serikat dalam isu-isu Gaza dan Palestina. Meskipun Trump adalah Presiden AS, Malaysia tetap menyatakan ketidaksetujuan terhadap campur tangan AS dalam masalah Gaza dan Palestina. Posisi Malaysia tetap tidak berubah dan isu kehadiran Trump di Kuala Lumpur dapat dibahas dalam sidang parlemen Malaysia. Undang-undang mungkin diajukan untuk membahas masalah tersebut, namun keputusan Sekretariat ASEAN tetap harus dihormati.
Pemerintah Malaysia Klarifikasi Tentang Undangan Trump KTT Ke-47 ASEAN
Read Also
Recommendation for You

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan pendapatnya mengenai pelibatan TNI dalam…

Pangeran Abdul Mateen dan istrinya, Putri Anisha Rosnah, mengumumkan kabar bahagia kelahiran anak pertama mereka,…

Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers, berbicara tentang dominasi platform global yang menyebabkan gelombang pemutusan hubungan…

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menurunkan biaya haji untuk jamaah Indonesia dengan membangun Kampung Haji di…

Pada Sabtu, 7 Februari 2026, Komisi Yudisial (KY) memberikan dukungan terhadap langkah Komisi Pemberantasan Korupsi…







