Pada Sabtu, 11 Oktober 2025, Steven Cheung, Direktur Komunikasi Gedung Putih, mengecam Komite Nobel Norwegia karena tidak memilih Presiden Donald Trump sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2025. Menurut Cheung, Trump memiliki sifat kemanusiaan yang luar biasa dan kemampuan untuk membuat perubahan besar dengan tekadnya yang kuat. Dia menganggap bahwa keputusan Komite Nobel lebih didasarkan pada politik daripada perdamaian yang seharusnya menjadi prioritas.
Trump dan pendukungnya telah mengupayakan agar Presiden tersebut mendapatkan penghargaan tersebut dengan mengacu pada upayanya dalam menyelesaikan konflik. Bahkan, beberapa negara dan pemimpin dunia seperti Israel, Kamboja, dan Pakistan memberikan dukungan untuk Trump memenangkan penghargaan tersebut. Namun, akhirnya Maria Corina Machado dari Venezuela diumumkan sebagai penerima penghargaan tersebut oleh Komite Nobel.
Meskipun Trump tidak terpilih, Cheung yakin bahwa Presiden akan terus bekerja untuk membuat kesepakatan damai, mengakhiri perang, dan menyelamatkan nyawa. Trump sendiri pada hari Kamis enggan mengomentari peluangnya untuk menerima penghargaan tersebut tetapi menegaskan bahwa perbuatannya didasari oleh tekad untuk menyelamatkan nyawa. Jorgen Watne Frydnes, Ketua Komite Nobel Perdamaian, menegaskan bahwa keputusan mereka didasarkan pada karya dan tekad Alfred Nobel.
Tak Dapat Nobel: Gedung Putih Sewot Trump dan Kekalahan di Perdamaian












