Timothy Anugerah Saputra, seorang mahasiswa Sosiologi di Universitas Udayana (UNUD), mengalami tragedi yang menyedihkan dengan meninggal dunia akibat dugaan bunuh diri. Namun, reaksi sejumlah mahasiswa terhadap kematian Timothy justru menciptakan kontroversi di media sosial. Percakapan yang mengolok-olok kematian Timothy dalam sebuah grup WhatsApp menjadi sorotan publik, dengan komentar-komentar yang tidak berperasaan terhadap tragedi tersebut. Tindakan tak manusiawi ini menuai kecaman dari banyak warganet, yang merasa bahwa kematian seseorang seharusnya tidak dijadikan bahan candaan. Bahkan setelah pemakaman Timothy, nama dan fotonya masih disebarluaskan dengan komentar-komentar yang merendahkan.
Pelaku yang mengolok-olok kematian Timothy akhirnya teridentifikasi sebagai beberapa mahasiswa dari Program Studi Ilmu Politik angkatan 2023. Mereka merasa bersalah atas tindakan mereka dan membuat video permintaan maaf terbuka, namun publik tetap marah karena merasa sanksi yang diberikan oleh pihak kampus terlalu ringan. Permintaan maaf dari para mahasiswa dianggap kurang tulus dan lebih terkesan sebagai formalitas untuk meredakan kemarahan publik. Dalam video permintaan maaf tersebut, beberapa mahasiswa menyatakan penyesalan mereka atas tindakan yang mereka lakukan dan meminta maaf kepada keluarga korban, teman-teman korban, serta pihak-pihak yang terlibat. Namun, warganet menilai nada permintaan maaf mereka kurang mendalam dan lebih terkesan sebagai usaha untuk menghindari konsekuensi dari perbuatan mereka.












