Pada hari Senin, 20 Oktober 2025, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan tanggapannya terkait isu salah satu menteri Kabinet Merah Putih yang telah mendapat teguran hingga tiga kali dari Presiden Prabowo Subianto. Bahlil mengomentari pidato Presiden Prabowo yang menyatakan bahwa akan memberi tiga peringatan kepada menteri yang melakukan kesalahan sebelum dilakukan pergantian atau “reshuffle”.
Menanggapi hal tersebut, Bahlil menyatakan bahwa ia belum mengetahui siapa menteri yang telah ditegur oleh Presiden Prabowo sebanyak tiga kali. Saat ditanya apakah dirinya pernah ditegur oleh Presiden, Bahlil menjawab dengan nada canda. Bahlil juga menekankan bahwa Presiden Prabowo adalah sosok yang terbuka, sehingga peringatan merupakan hal yang wajar dalam jalannya rapat.
Dalam pidatonya di Sidang Senat Terbuka dan Dies Natalis UKRI di Bandung, Prabowo mengungkapkan bahwa sebagian besar menterinya adalah orang hebat dalam pekerjaannya, namun ada beberapa yang dianggap “nakal”. Prabowo juga menegaskan bahwa jika ada menteri yang terus mengulangi kesalahan setelah tiga peringatan, maka pergantian atau reshuffle akan dilakukan demi kepentingan negara dan rakyat.
Selain itu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa terkadang ia memberikan anggaran lebih dari yang diminta oleh para menteri, sebagai upaya dalam memberikan dukungan yang dibutuhkan. Prabowo juga menyatakan bahwa ia tak peduli jika ada mantan menteri yang tidak menyukainya setelah diganti, serta mengabaikan ancaman koruptor yang berpotensi membiayai aksi unjuk rasa.
Ini merupakan rangkuman dari tanggapan Bahlil Lahadalia terhadap isu menteri yang pernah ditegur oleh Presiden Prabowo Subianto, serta ungkapan Prabowo mengenai kinerja para menteri dalam pemerintahannya.
Dilarang mendahului dalam bus kota: Patuhi peraturan lalu lintas!












