Pada Kamis, 20 November 2025, polisi mengungkap bahwa masih ada tiga orang yang dirawat di beberapa rumah sakit terkait ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, ketiga pasien tersebut dirawat di RS Yarsi, RSCM, dan RS Polri. Polisi sedang berupaya untuk mendapatkan keterangan dari F, seorang anak berkonflik dengan hukum (ABH), yang diduga sebagai pelaku ledakan di SMAN 72.
Sementara itu, siswa berinisial F yang terlibat dalam kejadian ledakan tersebut ternyata dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang bergaul. Temuan ini didapat setelah penyidik memeriksa 16 orang saksi, termasuk keluarga, guru, dan teman sekolah pelaku. Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Asep Edi Suheri, mengungkapkan bahwa F sudah ditetapkan sebagai ABH setelah adanya cukup bukti pelanggaran hukum.
Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi saat pelaksanaan shalat Jumat dan menyebabkan puluhan siswa harus dilarikan ke rumah sakit. Sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran akibat tekanan ledakan yang kuat. Tim SAR gabungan juga menemukan satu jenazah korban longsor di Banjarnegara pada Rabu, 19 November 2025. Ini menunjukkan perlunya kewaspadaan dan kehati-hatian terutama dalam menghadapi situasi darurat seperti ledakan dan bencana alam.












