Pada Kamis, 4 Desember 2025, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengajak seluruh bangsa untuk bertobat menghadapi bencana yang terjadi belakangan ini, seperti banjir dan longsor di beberapa lokasi di Sumatera. “Ya, seluruh bangsa kita bertobatlah. Karena firman Allah itu… musibah apapun yang menimpa kamu, itu pasti karena kamu punya salah. Pasti salahmu sendiri,” kata Yahya Cholil Staquf menjawab pertanyaan wartawan usai konferensi pers di Jakarta.
Ketika wartawan menyinggung surat yang dikirim Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, kepada tiga menteri untuk melakukan tobat nasuhah menyusul banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Gus Yahya mendukung upaya tersebut. Dia juga menyambut baik upaya penyidikan terhadap dugaan pembalakan liar yang diduga ikut berkontribusi dalam bencana tersebut.
Gus Yahya menekankan bahwa tindakan Pak Prabowo dalam meningkatkan kondisi pasca-bencana merupakan langkah yang kuat, namun tidaklah mudah dan pasti akan dihadapi dengan berbagai tantangan. Dia juga memastikan bahwa NU telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung upaya penanggulangan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), hingga Rabu, 3 Desember pukul 18.30 WIB, jumlah korban jiwa akibat bencana di Sumatera sudah mencapai 770 jiwa, dengan 463 orang hilang, dan 2.600 orang terluka. DPR sendiri menduga kerugian akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera mencapai lebih dari Rp 200 triliun, terkait dengan eksploitasi hutan yang memicu bencana ekologis.












