TNI telah berhasil mendistribusikan 2.190,41 ton bantuan logistik ke lokasi terdampak bencana di Sumatera. Bantuan tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari pemerintah, pihak swasta, organisasi masyarakat, hingga lembaga lainnya. Distribusi logistik dilakukan melalui berbagai metode, seperti alutsista darat, laut, dan udara. Airdrop dan helibox digunakan untuk mengantar logistik ke bandara yang dijadikan posko logistik bencana, sementara helikopter dari Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut dikerahkan untuk mendistribusikan logistik ke daerah-daerah terisolir.
Selain itu, TNI AL juga menggunakan KRI angkut, KRI tanker pembawa BBM, dan KRI rumah sakit untuk mendukung distribusi logistik ke wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Sebanyak 76 alutsista masih aktif dalam operasi ini, terdiri dari 23 pesawat angkut, 35 helikopter, 16 KRI, dan 3 kapal ADRI. Wakil Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Osmar Silalahi, tidak menutup kemungkinan akan menambah jumlah alutsista untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana di Sumatera.
Sementara itu, Wamen Perikanan dan Ketahanan Pangan Sudaryono memastikan bahwa pemulihan pertanian di tiga provinsi terdampak bencana juga sedang berjalan. Pemerintah telah menyiapkan langkah tanggap darurat dan program rehabilitasi sawah agar petani segera dapat kembali berproduksi. Semua upaya ini diharapkan dapat optimal dalam mempercepat pemulihan kondisi pasca bencana di Sumatera.












