Peringatan VW: Mobil Bensin Kecil Berisiko Rusak!

Para produsen mobil dapat bernapas lega setelah Komisi Eropa mengusulkan untuk membatalkan larangan penjualan kendaraan baru dengan mesin pembakaran pada tahun 2035. Meskipun demikian, perusahaan tetap diharuskan untuk mengurangi emisi armada hingga 90 persen dibandingkan dengan tingkat emisi tahun 2021. Selain itu, produsen mobil harus memenuhi target CO₂ yang lebih ketat bahkan sebelum pertengahan dekade berikutnya, serta aturan yang semakin ketat mulai berlaku pada 2030 dan seterusnya. Dalam konteks ini, Volkswagen telah mengonfirmasi bahwa mobil kecil bertenaga gas tidak memiliki masa depan di Eropa. CEO Volkswagen menegaskan bahwa model seperti Polo akan beralih ke tenaga listrik, mengingat mahalnya biaya pengembangan mobil berbahan bakar dalam untuk memenuhi regulasi emisi yang ketat. Oleh karena itu, mobil-mobil kecil kemungkinan besar akan beralih sepenuhnya pada tenaga listrik di masa depan. Volkswagen juga merencanakan untuk meluncurkan crossover listrik seukuran Polo menggunakan platform MEB+, yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik. Meskipun VW tidak akan menginvestasikan dalam mobil kecil baru bertenaga mesin pembakaran, model-model saat ini akan tetap ada. Wolfsburg belum menetapkan tanggal akhir bagi Polo atau crossovernya, T-Cross, sementara penjualan mobil listrik terus meningkat di Uni Eropa. Volkswagen merupakan produsen mobil paling populer di Uni Eropa dengan penjualan mencapai lebih dari satu juta unit. Penjualan mobil listrik juga terus meningkat, menguasai pangsa pasar yang signifikan dan model-model listrik baru Volkswagen diyakini akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan permintaan kendaraan listrik di masa depan.

Source link