Dunia kini menyaksikan kabar baru dalam industri penjualan mobil listrik. BYD, sebuah raksasa dari Cina, berhasil melampaui Tesla dalam penjualan mobil listrik pada tahun 2025. Hal ini menjadi pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade produsen mobil lain berhasil mengungguli perusahaan Elon Musk. Data penjualan menunjukkan bahwa BYD berhasil menjual 2,26 juta mobil listrik, sedangkan Tesla hanya mencatat penjualan sebanyak 1,64 juta unit. Sebelumnya, BYD telah lebih unggul dalam penjualan karena mereka juga memproduksi hibrida plug-in, memberikan daya tarik yang lebih luas di pasar global. Namun, ini adalah pertama kalinya Tesla kalah dalam penjualan mobil listrik murni sejak lama.
Meskipun Elon Musk pernah meremehkan produk BYD, perusahaan asal Shenzhen ini telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir meskipun belum menjual mobilnya di Amerika Serikat. Mulai dari produksi baterai ponsel, BYD kini telah memperluas lini mobil listrik dan hibridanya. Perusahaan tersebut bahkan meluncurkan merek mewah baru seperti Yangwang dan Denza yang mengikuti jejak Lexus. BYD berhasil melakukan ekspansi internasional yang signifikan, bahkan mengungguli Tesla di pasar Eropa. Mereka terus berkembang dengan menciptakan teknologi pengisian daya EV yang cepat serta membuka pabrik di berbagai negara seperti Turki, Hungaria, dan Spanyol.
Di sisi lain, Tesla telah menghadapi tantangan dengan kurangnya model baru terutama di pasar Cina yang merupakan pasar terbesar dan paling kompetitif untuk mobil listrik. Meskipun penjualan Tesla menurun di beberapa wilayah, seperti akibat kontroversi yang melibatkan Elon Musk, BYD terus menunjukkan potensi untuk menjadi pemimpin dalam industri mobil listrik. Meskipun Tesla terus berfokus pada robotaxi otomatis, BYD mampu bersaing dengan skala, modal, dan teknologi mereka. Angka penjualan ini memberikan gambaran jelas bahwa perlombaan mobil listrik global telah bergerak lebih dari sekadar satu perusahaan, dan akan terus menarik minat industri otomotif.












