Berita  

Megawati Kecam Intervensi AS Terhadap Presiden Venezuela: Manifestasi Neokolonialisme

Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), mengutuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela dalam sebuah pidato yang disampaikannya pada acara HUT ke-53 dan Rakernas I Tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara. Megawati menegaskan bahwa tindakan intervensi tersebut merupakan ancaman serius bagi kedaulatan bangsa-bangsa berdaulat dan menolak keras praktik neokolonialisme yang terjadi di era modern. Dia juga menyoroti operasi militer yang menargetkan kepemimpinan nasional di Venezuela sebagai pelanggaran hukum internasional.

Sebagai Presiden ke-5 RI, Megawati mengingatkan bahwa kekerasan militer tidak akan pernah menjadi solusi untuk membangun peradaban atau demokrasi. Sebagai gantinya, PDI Perjuangan mendesak penyelesaian konflik global melalui dialog, diplomasi, dan hukum internasional, bukan dengan kekerasan yang dapat memperpanjang penderitaan rakyat sipil. Megawati juga menekankan bahwa demokrasi sejati tidak dapat lahir dari moncong senjata dan peradaban tidak dapat dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa.

PDIP, sebagai partai politik yang dipimpin oleh Megawati, akan terus berdiri tegak menjaga marwah politik sebagai alat pengabdian, baik di tingkat nasional maupun dalam solidaritas internasional melawan segala bentuk imperialisme. Sebagai bagian dari komitmen ideologis mereka, PDIP juga meluncurkan maskot baru bernama Barata, yang merupakan simbol dari identitas visual dan makna komitmen yang melewati sejarah panjang partai tersebut.

Source link