Kedutaan Besar AS virtual untuk Iran telah mengeluarkan peringatan kepada warga Amerika untuk segera meninggalkan negara tersebut pada Senin. Kedutaan tersebut memperingatkan akan kerusuhan yang terus meningkat di Iran dan mendesak warga AS untuk merencanakan keberangkatan tanpa bantuan dari pemerintah AS. Warga yang tidak dapat meninggalkan Iran diminta mencari lokasi yang aman di dalam tempat tinggal atau bangunan aman lainnya.
Selain itu, peringatan tersebut juga mengantisipasi pemadaman internet yang berkelanjutan, merencanakan cara komunikasi alternatif, dan menyarankan warga AS-Iran untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat ke Armenia atau Turki. Kedutaan juga menekankan bahwa pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan warga negara ganda hanya sebagai warga negara Iran.
Presiden AS Donald Trump telah memberlakukan tarif 25 persen bagi semua negara yang berbisnis dengan Iran sebagai tanggapan atas demonstrasi anti pemerintah yang semakin meningkat di Iran. Trump juga telah mengancam akan menyerang Iran jika pihak berwenang di sana menggunakan kekuatan mematikan untuk menekan protes, meskipun ia juga menyatakan kesiapannya untuk menjajaki kemungkinan diplomasi dengan Teheran. Selain itu, laporan menunjukkan bahwa Trump mendapat pengarahan tentang opsi tindakan lain selain serangan udara militer konvensional.
Sebagai langkah antisipasi, tim keamanan nasional Trump diperkirakan akan membahas opsi terbaru terkait Iran di Gedung Putih. Pemerintah AS terus memantau situasi di Iran dan sedang mempertimbangkan opsi yang sangat kuat mengingat jumlah korban tewas yang dilaporkan terus meningkat dalam protes yang sedang berlangsung di Iran.












