Kebenaran Tidak Nyaman CEO GM Mengenai Mobil Listrik Hybrid

Chevrolet Equinox Plus Plug-In Hybrid tidak akan masuk ke pasar Amerika Serikat, meskipun model ini memiliki potensi dengan bodi crossover praktis dan jangkauan total lebih dari 600 mil. General Motors, perusahaan di balik Equinox, lebih memilih fokus pada mobil listrik daripada teknologi hybrid, karena CEO Mary Barra memandang masa depan sebagai sepenuhnya listrik. Dalam konferensi Asosiasi Pers Otomotif di Detroit, Barra mengakui bahwa kebanyakan orang tidak mengisi daya mobil hybrid plug-in mereka.

Meskipun mobil hybrid plug-in dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan jangkauan dengan menggunakan energi listrik sebagian waktu, studi menunjukkan pemilik mobil seringkali tidak mengisi daya mobil mereka sepenuhnya. Oleh karena itu, ada keraguan tentang efektivitas mobil PHEV sebagai jembatan antara mobil bensin dan listrik. Beberapa produsen mobil seperti Hyundai, Toyota, Volvo, dan Mazda menawarkan model PHEV, namun dengan penjualan mobil listrik yang melambat di Amerika, strategi perusahaan otomotif menjadi semakin kompleks.

Produsen mobil mulai melihat kendaraan listrik jangkauan diperpanjang (EREV) sebagai alternatif untuk memenuhi target efisiensi bahan bakar. Namun, tanpa regulasi yang ketat atau insentif pajak yang mencukupi, pasar mobil hybrid benar-benar berada di persimpangan. Meskipun GM berencana memperkenalkan lebih banyak model hybrid dan PHEV ke AS, tantangan terbesar adalah mendidik pengguna untuk mengisi daya mobil mereka. Barra sendiri tetap teguh dengan keputusan GM untuk langsung menuju ke mobil listrik, meskipun dihadapkan pada kritik.

Source link