Pemerintah Siap Tambah 111 Unit Rumah Huntara di Tamiang Hulu
Pemerintah Indonesia akan menambah jumlah pembangunan unit rumah sementara atau Huntara di wilayah Aceh Tamiang. Setelah mengikuti Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka dalam survei beberapa lokasi di Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Satgas Percepatan Rehabilitasi Rekonstruksi Aceh, Safrizal ZA bersama Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, segera menggelar rapat komando teknis. Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk upaya validasi data untuk mendukung pembangunan Huntara.
Letjen TNI Suharyanto menekankan pentingnya validasi data yang akurat dan langsung terkait dengan realitas lapangan untuk mempercepat pembangunan Huntara. Ia juga menegaskan bahwa Huntara harus selesai sebelum bulan suci Ramadhan tiba, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di tenda pengungsian. Kaposwil Aceh Satgas PRR, Safrizal ZA, juga menyoroti urgensi langkah-langkah percepatan dalam penanganan situasi hunian masyarakat yang tidak layak. Upaya ini tidak hanya untuk kepentingan fisik, tetapi juga psikologis masyarakat yang sudah mulai jenuh dengan kondisi saat ini.
Masih terdapat titik pengungsian di Desa Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu, yang belum tercakup dalam data pembangunan Huntara. Kepala BNPB dan Wasatgasnas PRR telah memberikan instruksi untuk menambah 111 unit Huntara di desa tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk tidak meninggalkan siapapun. Diharapkan dengan kerja cepat dan tepat, progres pembangunan Huntara akan berjalan lancar dan seluruh pengungsi dapat segera dipindahkan sebelum bulan Ramadhan. Selain itu, pemulihan kantor pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang juga terus dilakukan untuk mendukung proses reaktivasi wilayah tersebut.












