Berita  

Menteri Pertahanan Prioritaskan Ancaman Keamanan Nasional

Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR) mendesak Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, untuk memprioritaskan ancaman strategis yang nyata terhadap kedaulatan dan keamanan nasional. Koordinator FPIR, Fauzan Ohorella, menyoroti potensi konflik wilayah di Laut Cina Selatan, praktik penangkapan ikan ilegal, dan pembabatan hutan sebagai tantangan serius bagi Indonesia. Fauzan menegaskan bahwa fokus utama Menteri Pertahanan seharusnya pada penguatan pertahanan negara terhadap ancaman eksternal dan strategis, bukan terjerat dalam isu di luar mandat. Keterlibatan Menhan dalam isu non-pertahanan dapat mengganggu prioritas nasional dan menciptakan kegaduhan politik yang tidak produktif.

FPIR juga mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam polarisasi dan narasi adu domba yang bisa melemahkan persatuan bangsa. FPIR menegaskan komitmennya untuk menyuarakan agenda nasional yang menekankan persatuan, kedaulatan negara, dan penguatan institusi sesuai fungsi dan kewenangannya. Selain itu, Fauzan menyoroti pentingnya kepemimpinan yang fokus pada mandat konstitusional, bukan pada isu yang memecah belah rakyat.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga melakukan pertemuan dengan petinggi militer Turki untuk membahas kerja sama bilateral. Melalui pernyataan tersebut, FPIR berharap agar prioritas nasional dan keamanan nasional tetap menjadi fokus utama pemerintah, terutama dalam menghadapi tantangan strategis dan eksternal yang nyata yang dihadapi oleh Indonesia.

Source link