Audi mempertimbangkan kembali penamaan model mobilnya untuk menghindari kebingungan di antara konsumen. Sebelumnya, rencana untuk memisahkan model ICE dan EV dengan penomoran angka ganjil dan genap telah dibatalkan. Meskipun demikian, Audi masih terbuka untuk mempertimbangkan kembali penamaan A5 menjadi A4 sebagai langkah kembali ke pendekatan tradisional.
CEO Audi, Gernot Döllner, menyatakan bahwa mengembalikan nama A4 sebagai model sedan akan menjadi kemungkinan di masa depan. Namun, langkah ini tidak akan mempengaruhi rencana peluncuran sedan listrik baru mereka, yaitu A4 E-Tron yang diperkirakan akan hadir pada tahun 2028. Audi juga mengakui bahwa perubahan penamaan sebelumnya seperti skema dua digit berdasarkan tenaga output telah menuai kritik.
Selain itu, Audi telah meluncurkan merek listrik terpisah yang bernama AUDI di China untuk model listriknya dengan SAIC. Namun, secara global, Audi sedang mempersiapkan perubahan besar pada lineup produknya, termasuk peluncuran Q7 generasi berikutnya di tahun 2026 dan kemungkinan adanya model entry-level yang dapat menghidupkan kembali nama A2. Model-model seperti A1 dan Q2 akan dikeluarkan dari lineup setelah generasi saat ini pensiun.
Dengan perubahan ini, Audi nampaknya sedang berusaha untuk memperjelas dan memisahkan model mobil ICE dan listriknya, serta meningkatkan keterbacaan dan pencarian yang sesuai dengan aturan SEO. Selain itu, langkah ini juga dapat membantu Audi untuk memperkuat kehadiran online mereka dengan strategi penamaan yang lebih konsisten.












