Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers, berbicara tentang dominasi platform global yang menyebabkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan media konvensional. Pernyataannya disampaikan dalam Konvensi Nasional Media Massa, sebagai bagian dari Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Menurut Komaruddin, pendapatan iklan yang dulunya menjadi sumber utama bagi media tradisional sekarang beralih ke media sosial dan layanan video seperti YouTube. Dewan Pers menekankan pentingnya pemerintah menciptakan regulasi yang adil untuk mengatasi hegemoni platform global dan mengimbangi ekosistem bisnis media di Indonesia. Tanpa campur tangan pemerintah, media arus utama akan terus mengalami kesulitan finansial dan akhirnya melakukan pemangkasan tenaga kerja. Diskusi mengenai masa depan media juga menjadi agenda utama dalam HPN 2026, dengan Google News Initiative (GNI) sebagai salah satu topik utama yang dibahas.
Dewan Pers Minta Regulasi Adil terkait PHK Industri Media
Read Also
Recommendation for You

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memicu kecaman dari kelompok garis keras di dalam negeri setelah meminta…

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta organisasi perangkat…

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, merasa bersyukur atas keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta…

Serangan terhadap sebuah sekolah di kota Minab, Iran selatan, yang menewaskan puluhan anak-anak diduga merupakan…








