Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, merasa bersyukur karena kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami penurunan pada bulan Januari 2026. Menurutnya, jumlah kasus keracunan MBG pada bulan tersebut hanya mencapai 50 kasus, yang lebih rendah dibandingkan bulan Oktober atau September 2026. Meskipun jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, pemerintah tetap bertarget untuk tidak ada lagi kasus keracunan di masa mendatang. BGN terus melakukan pengawasan intensif terhadap pelaksanaan MBG, memberikan peringatan kepada SPPG yang tidak mematuhi aturan, dan mewajibkan sertifikasi serta akreditasi untuk SPPG yang ingin tetap beroperasi. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, juga menyatakan bahwa program MBG memiliki dampak positif mulai dari menurunkan angka stunting hingga mengurangi angka kemiskinan. Mulai dari mengurangi stunting hingga menekan angka kemiskinan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Jakarta.
Penurunan Insiden Keracunan Makanan di MBG, Januari 2026: Hanya 50 Kasus
Read Also
Recommendation for You

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memicu kecaman dari kelompok garis keras di dalam negeri setelah meminta…

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta organisasi perangkat…

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, merasa bersyukur atas keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta…

Serangan terhadap sebuah sekolah di kota Minab, Iran selatan, yang menewaskan puluhan anak-anak diduga merupakan…








