Pada tanggal 26 Februari 2026, Putri Kim Jong-un dilaporkan telah diangkat sebagai “Direktur Jenderal Rudal”, berdasarkan informasi intelijen yang diperoleh dari pemerintah Korea Selatan. Sang putri dilaporkan aktif terlibat dalam memonitor Kongres Partai Buruh ke-9 yang berlangsung di Pyongyang sejak 19 Februari. Meskipun secara internasional dikenal dengan nama “Kim Ju-ae”, namun laporan terbaru mengonfirmasi bahwa namanya sebenarnya adalah “Kim Ju-hae”.
Kim Ju Ae adalah putri dari Kim Jong Un dan Ri Sol-ju, yang lahir sekitar tahun 2012-2013, sehingga usianya sekitar 13 tahun. Penunjukan Ju-ae sebagai “direktur jenderal rudal” dipandang sebagai langkah strategis dalam proses suksesi kepemimpinan di Korea Utara. Meskipun jabatan tersebut sebelumnya dipegang oleh Jang Chang-ha, peran sang putri menunjukkan keterlibatan yang lebih dari sekadar simbolis.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kim Jong-un sering membawa putrinya ke lokasi uji coba senjata strategis, termasuk peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-17 pada November 2022. Sejumlah pihak juga memberikan klaim mengenai nama sang putri, yang mencerminkan harapan agar ia menjadi sosok yang dicintai oleh rakyat. Kim Ju Ae, Ju Ye, atau Ju Hye, nama yang digunakan masih belum dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah Korea Utara.












