Pada Sabtu, 28 Februari 2026, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan dari Amerika-Israel di kantornya. Hal ini menyebabkan duka yang mendalam bagi rakyat Iran, yang bahkan pemerintahannya menetapkan 40 hari berkabung nasional. Kabar kematiannya membangkitkan kembali perbincangan tentang kehidupan Ayatollah, terutama mengenai ciri khasnya yang selalu menyembunyikan satu tangannya di balik jubahnya. Ternyata, hal ini terungkap karena Ayatollah pernah mengalami cedera permanen di tangannya delapan tahun sebelum menjadi pemimpin tertinggi Iran. Saat peristiwa itu terjadi pada tahun 1981, ia diselamatkan dari upaya pembunuhan namun mengalami luka parah yang membuat lengan kanannya lumpuh permanen. Meskipun demikian, Ayatollah Khamenei terus memimpin Iran selama puluhan tahun, dan kehidupan pribadinya yang tertutup masih menjadi misteri bagi banyak orang. Ia meninggalkan seorang istri dan enam orang anak, dengan beberapa kerabat yang tinggal di luar negeri. Namun, keluarga intinya tetap berada di Iran. Menurut laporan Axios, Ayatollah Khamenei, yang meninggal pada usia 86 tahun setelah memimpin Iran selama 35 tahun, merupakan salah satu pemimpin dengan masa jabatan terlama di dunia. Kematiannya diharapkan dapat mempengaruhi stabilitas politik Iran, terutama setelah ancaman dari Amerika Serikat dan Israel untuk melemahkan pemerintah Iran.
Rahasia Besar Ayatollah Ali Khamenei Terungkap Setelah 45 Tahun
Read Also
Recommendation for You

GIHES 2026: Transformasi Pendidikan Holistik Global dari Pesantren Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026:…

Iran Serukan AS Terima Kekalahan dalam Konflik Pada Minggu, 16 Agustus 2026, Iran menyerukan Amerika…

Bustami Zainudin: Jokowi Layak Dijuluki Bapak Pembangunan Infrastruktur Jakarta, VIVA – Anggota DPD RI asal…

Petani Jawa Timur Disebut dalam Pidato Kenegaraan Prabowo Pada Pidato Kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Joko…








