Pada Minggu, 1 Maret 2026, pemerintah Iran mengonfirmasi kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, setelah serangan gabungan AS-Israel di Teheran. Berita mengungkapkan bahwa Khamenei tengah berada dalam pertemuan rahasia di istana kepresidenan. Meskipun menyelenggarakan pertemuan tertutup, informasi tersebut disusupi Mossad, badan intelijen Israel. Hal ini membuat Israel mengambil tindakan cepat dengan melancarkan serangan di pagi hari, berlawanan dengan kebiasaan mereka menyerang malam hari.
Dilaporkan bahwa Mossad mendapatkan informasi detail tentang pertemuan rahasia Khamenei, termasuk lokasi, waktu, dan daftar hadirin. Salah satu informan Mossad yang sangat dipercaya oleh Khamenei memberikan informasi krusial kepada Benjamin Netanyahu, termasuk video jenazah Khamenei dan foto wajahnya. Meskipun tidak ada informasi resmi, spekulasi mengenai kemungkinan keterlibatan Ismail Qaani, komandan Quds Force, sebagai pengkhianat muncul. Qaani, yang sebelumnya lolos dari operasi Mossad, berada di bawah sorotan karena hubungannya yang erat dengan Khamenei.
Dengan berbagai teka-teki yang muncul seputar kematian Khamenei, menjelaskan tingkat penetrasi Mossad ke dalam struktur Iran. Selain itu, kemampuan Mossad untuk menyusup hingga ke informan paling terpercaya Khamenei menunjukkan seberapa dalam Israel mengintai Iran. Di samping itu, kasus ini juga mencolok karena mencatat serangkaian upaya sebelumnya oleh Mossad untuk menghadang pemimpin Iran, yang menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab.












