Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memicu kecaman dari kelompok garis keras di dalam negeri setelah meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak serangan Iran. Hal ini membuat Presiden AS, Donald Trump, menganggapnya sebagai tanda “menyerah” dari Iran. Meskipun menolak tuntutan Trump untuk menyerah tanpa syarat, Pezeshkian menyatakan kesediaan Iran untuk menangguhkan serangan kecuali berasal dari wilayah negara tetangga.
Komentar Pezeshkian ini menimbulkan kehebohan politik di Iran, terutama di kalangan Garda Revolusi yang berpengaruh. Beberapa elemen garis keras di Iran mengkritik langkah permintaan maaf Presiden Iran dan menilainya sebagai tindakan yang lemah dan tidak profesional. Meskipun demikian, Garda Revolusi Iran melaporkan serangan drone mereka terhadap Pangkalan Udara Al Dhafra, dekat Abu Dhabi, sebagai balasan atas serangan terhadap Iran.
Selain itu, insiden di Dubai juga mencuat setelah seorang pria Asia tewas akibat puing-puing yang jatuh setelah pencegatan udara. Emirates pun menangguhkan penerbangan ke dan dari Dubai sebagai tindakan keamanan. Peristiwa ini menunjukkan ketegangan yang masih terasa di kawasan Teluk akibat dari serangan dan ketegangan politik yang terjadi akhir-akhir ini.












