PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan sekitar 3,53 juta kendaraan akan keluar wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Volume kendaraan tersebut diproyeksikan melintas melalui Gerbang Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa dalam rentang waktu H-10 hingga H+10 Lebaran 2026, atau selama 21 hari masa layanan mudik. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi operasional guna mengantisipasi peningkatan lalu lintas selama periode tersebut.
“Untuk mengantisipasi peningkatan lalu lintas tersebut, Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah strategi operasional layanan Lebaran 2026 yang mencakup pengoperasian jalur fungsional, penguatan armada layanan operasional, optimalisasi teknologi pemantauan lalu lintas, peningkatan kesiapan infrastruktur jalan tol, hingga peningkatan layanan di rest area,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta. Rivan menjelaskan bahwa proyeksi pergerakan kendaraan selama masa Lebaran disusun berdasarkan analisis data historis serta pemantauan lalu lintas yang dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). Teknologi ini menjadi dasar bagi Jasa Marga dalam mengambil keputusan terkait rekayasa lalu lintas secara lebih responsif dan efektif.
Sebagai bagian dari strategi distribusi lalu lintas selama periode mudik, Jasa Marga juga menyiapkan empat jalur fungsional pada sejumlah ruas tol. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan ratusan armada layanan seperti mobile customer service (MCS), ambulans, kendaraan rescue, derek, kendaraan patroli jalan raya (PJR), petugas on call di gerbang tol, mobile reader, rubber cone, crane, obstacle avoidance barrier (OAB), serta titik layanan top up tunai. Dengan persiapan tersebut, diharapkan layanan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan lancar dan aman bagi pengguna jalan tol.












