Berita  

Menlu Iran Bicara Soal Cedera Parah Mojtaba Khamenei

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan respons terhadap klaim Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengenai pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, yang disebut terluka dan kemungkinan cacat. Araghchi menegaskan bahwa tidak ada masalah dengan pemimpin tertinggi tersebut dan bahwa dia akan terus menjalankan tugas sesuai konstitusi. Araghchi juga menegaskan bahwa Republik Islam Iran telah mapan dan tidak bergantung pada satu individu saja, sehingga kehilangan individu dapat diatasi oleh sistem yang ada.

Selain itu, Presiden Trump juga mengaku bahwa Mojtaba Khamenei telah tewas, tanpa menyebutkan sumber informasi tersebut. Pete Hegseth dari AS menyatakan bahwa Khamenei diduga terluka dan mengalami cacat wajah akibat serangan gabungan AS-Israel. AS juga mempertanyakan kemampuan Khamenei untuk memimpin setelah serangkaian serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Selama hampir dua minggu, Iran menjadi sasaran serangan AS dan Israel. Khamenei terpilih sebagai pemimpin tertinggi pada hari Minggu dan belum muncul di depan publik sampai hari Kamis. Dia bersumpah untuk menjaga Selat Hormuz tetap tertutup dan mengajak negara-negara tetangga untuk menutup pangkalan AS di wilayah mereka sebagai upaya Iran untuk melindungi diri.

Meskipun ada klaim bahwa Khamenei terluka dan terus beroperasi, hal tersebut masih dalam perdebatan. Hegseth menyoroti fakta bahwa pernyataan Khamenei berbentuk tertulis, bukan dalam format suara atau video. Situasi ini menimbulkan spekulasi bahwa Khamenei mungkin mengalami tekanan dan tidak memiliki legitimasi.

Source link