Pada Rabu, 18 Maret 2026, kantor berita Iran yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, telah meninggal dunia. Berita ini datang setelah Israel menyatakan bahwa Larijani dan seorang pejabat senior Iran lainnya tewas dalam serangan udara semalam.
Menurut Fars News Agency, Larijani “telah gugur sebagai syahid” bersama putranya dan sekelompok pengawal dalam serangan yang menyasar rumah putrinya di wilayah Pardis. Sebagai salah satu pejabat terkemuka dan bijaksana di Iran, Larijani sebelumnya menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran hingga tahun 2020. Kabar meninggalnya Larijani menjadi pukulan telak setelah Ayatollah Ali Khamenei juga tewas dalam serangan militer gabungan AS-Israel.
Serangan tersebut juga menyasar komandan pasukan paramiliter Basij Iran, Gholam Reza Soleimani, yang dilumpuhkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Target utama dari serangan gabungan AS dan Israel adalah kepemimpinan militer rezim Iran guna melemahkan kemampuan nuklir dan rudal Teheran.
Dalam tanggapan atas kematian mereka yang gugur dalam konflik ini, IRGC berjanji akan membalas. Meskipun Presiden Trump sebelumnya menyuarakan harapan akan pemberontakan rakyat Iran, namun ancaman kekerasan represif membuat kemungkinan pemberontakan tersebut semakin kecil. Selain itu, pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, belum pernah muncul di depan publik sejak mengambil alih posisi ayahnya.












