Menjelang akhir Ramadan 1447 Hijriah, sejumlah negara tidak langsung menetapkan kapan Hari Raya Idul Fitri dirayakan. Selain Indonesia, negara-negara seperti Malaysia, Brunei, India, Pakistan, Mesir, dan Maroko masih menunggu hasil pengamatan hilal untuk menentukan awal Syawal 2026. Perbedaan waktu penetapan ini adalah sebuah hal yang umum terjadi setiap tahun, memengaruhi kapan umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Fitri. Afghanistan, Niger, dan Mali telah merayakan Lebaran lebih awal sejak Kamis, 19 Maret 2026, berdasarkan pada metode penentuan hilal yang mereka gunakan, sementara mayoritas negara lain memilih untuk merayakan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Negara-negara di kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Kuwait menjadi yang pertama mengumumkan penetapan tersebut. Selain itu, Turki, Maladewa, Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak juga merayakan Idul Fitri pada tanggal yang sama. Di sisi lain, Singapura telah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, dikarenakan posisi hilal dianggap tidak dapat terlihat pada hari sebelumnya. Perbedaan waktu perayaan Idul Fitri ini dipengaruhi oleh metode penentuan awal bulan Hijriah, dari rukyat atau pengamatan langsung hilal hingga hisab atau perhitungan astronomi serta faktor geografis yang memengaruhi kemungkinan hilal terlihat di suatu wilayah. Meskipun tanggalnya berbeda, semangat Idul Fitri tetap sama, yaitu saling memaafkan, berbagi kebahagiaan, dan menjaga toleransi di tengah keberagaman. Semoga momen Lebaran ini dapat mempererat kebersamaan umat Islam di seluruh dunia.
Negara-negara Menunggu Kepastian Lebaran 2026
Read Also
Recommendation for You

Dishub DKI Jakarta Atur Rekayasa Lalu Lintas untuk BTN Jakarta International Marathon 2026 Jakarta, VIVA…











