Berita  

Tudingan Iran Terhadap AS Setelah Penundaan Serangan

Pada Selasa, 24 Maret 2026, Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah diperintahkan untuk menunda rencana serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari. Keputusan ini diambil setelah adanya pembicaraan yang dianggap positif antara AS dan Iran. Namun, Iran merespon dengan skeptisisme terhadap tindakan tersebut, menganggapnya sebagai bentuk keraguan dari pihak AS. Media Iran menyebut Trump menarik ajakan dialog karena ancaman militer yang serius dari Iran dan tekanan ekonomi yang meningkat di AS dan negara-negara Barat.

Media Iran juga melaporkan bahwa tidak ada kontak pembicaraan antara Iran dan AS baik secara langsung maupun tidak langsung seperti yang diumumkan oleh Trump di media sosialnya. Seorang pejabat keamanan senior Iran menyatakan bahwa tawaran dialog dari Trump ditarik karena ancaman militer yang dianggap serius oleh Iran. Iran juga menegaskan bahwa negosiasi tidak sedang berlangsung dan perang psikologis tidak akan membuka kembali Selat Hormuz atau menstabilkan pasar energi. Iran siap menghadapi ancaman yang dihadapkan oleh AS dengan pertahanan penuh.

Di sisi lain, Tehran Times menilai strategi Trump sebagai tanda mundur yang disamarkan sebagai diplomasi. IRIB, penyiaran nasional Iran, mengaitkan penundaan serangan dengan peringatan militer dari Teheran, termasuk ancaman penutupan Selat Hormuz dan serangan terhadap infrastruktur energi Israel. Selain itu, IRIB melihat adanya perubahan sikap dari Trump terhadap Iran.

Juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran, Ebrahim Rezaei, juga menanggapi langkah Trump sebagai bentuk kembali mundur dari Amerika, sementara situasi di lapangan terus berkembang, menganggapnya sebagai kekalahan bagi musuh mereka.

Source link