Penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo setelah kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, dianggap sebagai sebuah contoh penting bagi institusi lain dalam menegakkan akuntabilitas dan tanggung jawab kepemimpinan. Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo, langkah ini merupakan praktik kepemimpinan yang jarang terjadi namun sangat relevan untuk dijadikan teladan. Ia menilai penyerahan jabatan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab yang tegas, positif, dan patut diapresiasi. Sikap tersebut menunjukkan bahwa pimpinan tidak melepaskan tanggung jawab terhadap persoalan yang menjadi sorotan publik, meskipun pelanggaran dilakukan oleh oknum. Karyono menyatakan bahwa penyerahan jabatan ini seharusnya menjadi standar baru bagi institusi lain dalam menangani kasus-kasus serupa, terutama yang melibatkan aparat. Diharapkan langkah ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara serta mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan di masa yang akan datang. Meski demikian, Karyono juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku agar tidak ada kekebalan hukum dalam institusi tersebut.
Penyerahan Jabatan Kabais TNI: Tanggung Jawab Pimpinan
Read Also
Recommendation for You

Dishub DKI Jakarta Atur Rekayasa Lalu Lintas untuk BTN Jakarta International Marathon 2026 Jakarta, VIVA…











