Kasus dugaan korupsi dana desa yang menjerat videografer asal Kabupaten Karo, Amsal Christy Sitepu, ternyata memiliki cerita yang lebih kompleks daripada sekadar angka kerugian negara yang relatif kecil. Kejaksaan Agung menegaskan bahwa yang lebih penting dari nominal yang hilang adalah pola penyimpangan anggaran yang terstruktur dengan baik. Adanya ketidaksesuaian antara rencana anggaran biaya (RAB) dengan pelaksanaan di lapangan menjadi sorotan utama dalam kasus ini.
Praktik yang dilakukan oleh Amsal tidak hanya terbatas pada satu modus saja, tetapi mencakup beberapa pola penyimpangan anggaran. Penggunaan pihak terkait dan dugaan manipulasi anggaran dengan penggandaan biaya merupakan hal yang disoroti dalam penyelidikan ini. Selain itu, kasus ini melibatkan sejumlah vendor dengan nilai proyek miliaran rupiah di puluhan desa. Dari beberapa pihak yang terlibat, total kerugian negara diperkirakan jauh lebih besar dari angka yang terungkap.
Korps Adhyaksa menegaskan bahwa pengusutan kasus ini masih terus berlanjut. Pola permainan anggaran yang terungkap membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam skandal korupsi dana desa tersebut. Keseluruhan perkembangan ini menunjukkan bahwa kasus ini memiliki dampak yang luas dan membutuhkan investigasi yang menyeluruh untuk mengungkap semua keterlibatan yang terlibat.












