Pemerintah Australia menjamin pasokan bahan bakar nasional akan aman hingga bulan Mei, meskipun ketegangan di Timur Tengah dan pasar minyak global yang volatile. Menteri Perubahan Iklim dan Energi Australia, Chris Bowen, menyatakan bahwa pasokan bahan bakar saat ini mencukupi hingga bulan Mei setelah pesanan diproses dan dikontrak. Sebelumnya, cadangan bahan bakar Australia diperkirakan hanya mencukupi hingga akhir bulan April, namun upaya dilakukan untuk memastikan pasokan untuk bulan berikutnya.
Jumlah stasiun pengisian bahan bakar yang kehabisan solar di seluruh negeri dilaporkan mengalami penurunan dengan 274 lokasi yang tercatat. Eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada bulan Februari memicu ketegangan yang berdampak pada pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global.
Situasi ini turut memengaruhi ekspor dan produksi minyak di negara-negara Teluk serta menyebabkan kenaikan harga energi global. Dengan harga avtur di Indonesia lebih kompetitif dibandingkan negara-negara lain seperti Thailand dan Filipina (di Thailand sebesar Rp29.518 per liter dan di Filipina senilai Rp25.326 per liter), Bahlil memastikan bahwa harga avtur Pertamina tetap bersaing dalam melayani pesawat dari dalam dan luar negeri.












