Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah mengeluarkan perintah kepada seluruh pasukan militer Iran untuk menghentikan tembakan setelah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Amerika Serikat. Meskipun demikian, Teheran menegaskan bahwa ini tidak berarti perang telah berakhir. Pernyataan ini dibacakan oleh Mojtaba di stasiun TV nasional Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB). Meski pasukan militer Iran telah menerima perintah tersebut, mereka tetap siaga dan bersiap untuk menyerang jika AS atau Israel melakukan tindakan agresif.
Iran telah mengucapkan terima kasih kepada rakyatnya atas pengorbanan mereka selama konflik terakhir. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa hampir semua tujuan perang telah tercapai, dan musuh telah dibawa ke titik ketidakberdayaan historis. AS sebelumnya mengajukan proposal 15 poin untuk gencatan senjata, namun Iran membalas dengan proposal revisi 10 poin sebagai dasar perundingan. Beberapa poin yang ditekankan dalam proposal tersebut antara lain mengenai kendali lalu lintas di Selat Hormuz, penarikan pasukan AS dari wilayah Iran, pembayaran kerugian kepada Iran, dan pembatalan sanksi internasional terhadap Iran.
Iran menegaskan bahwa perang hanya akan dianggap berakhir setelah semua rincian dalam proposal 10 poin disepakati dalam perundingan, dengan prinsip-prinsip yang tercantum dalam proposal diterima.












