Menaker Yassierli menginformasikan bahwa pihaknya baru saja menerima surat efisiensi jilid III dari Kementerian Keuangan, yang diterima pada 1 April 2026. Pada rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Yassierli menyampaikan tentang pergeseran anggaran sebesar Rp181.826.183.0000 yang diterima dari Badan Anggaran Bendahara Umum (BA BUN) Kementerian Keuangan. Terdapat efisiensi anggaran sebesar Rp122.163.948.000 dari Rincian Output (RO) Khusus dan Rp59.662.235.000 hasil identifikasi efisiensi anggaran oleh Kemenkeu.
Meskipun demikian, Yassierli belum dapat memberikan detail program yang akan terkena efisiensi jilid III dan menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan masih dalam proses penelaahan. Pagu anggaran Kemenkeu untuk 2026 senilai Rp5.999.626.039.000, dengan realisasi anggaran hingga 8 April 2026 mencapai 31,87 persen. Yassierli juga menyebut bahwa realisasi tersebut belum memperhitungkan efisiensi jilid III yang baru mereka terima dari Kemenkeu. Komisi IX DPR RI juga membuka peluang untuk memanggil BGN guna menjelaskan urgensi pengadaan motor listrik yang menjadi perhatian publik.












