Indonesia mengalami keberhasilan yang luar biasa dalam mempertahankan stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah guncangan ekonomi global akibat melonjaknya harga energi. Prestasi ini dianggap sebagai bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap rakyat. Hingga 1 April 2026, harga Pertalite tetap stabil di angka Rp10.000 per liter tanpa penyesuaian signifikan pada jenis BBM lainnya. Langkah ini dinilai berhasil menjaga daya beli masyarakat dan menopang stabilitas ekonomi nasional di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu.
Idrus Marham, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, menyoroti bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerjasama yang solid antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Keduanya berhasil menjaga stabilitas harga BBM dengan strategi yang jitu dan tegas. Kerjasama mereka tidak hanya harmonis, tetapi juga produktif dalam menghasilkan stabilitas yang bermanfaat bagi kepentingan nasional.
Sementara itu, upaya diplomasi tingkat tinggi dilakukan untuk mengamankan pasokan minyak bagi Indonesia. Presiden Prabowo bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan ke beberapa negara, termasuk Rusia. Pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow dianggap penting untuk mendalamkan kerja sama energi dan memastikan pasokan minyak mentah bagi Indonesia. Langkah-langkah proaktif ini menunjukkan kesungguhan pemerintah dalam memastikan kesejahteraan rakyat di tengah ketidakpastian global.












