17 Korban Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur Masih Dirawat di RSUD Kota Bekasi
Pada Kamis, 30 April 2026, sebanyak 17 orang korban tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.
Korban Alami Nyeri dan Patah Tulang
Menurut Wakil Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, dr. Sudirman, kondisi korban yang masih dirawat rata-rata mengalami nyeri pada organ tubuh dan patah tulang. Mereka merasakan nyeri di berbagai bagian tubuh, termasuk wajah, perut, dan tulang iga. Beberapa korban bahkan menjalani operasi, seperti operasi tendon dan operasi besar di bagian perut.
Operasi dan Perawatan Korban
Pada hari tersebut, terdapat tiga korban yang menjalani operasi. Salah satunya adalah operasi pada tendon jari yang dianggap tidak terlalu vital. Selain itu, ada operasi besar di bagian abdomen atau perut yang dilakukan untuk menyelamatkan nyawa korban. Hal ini diungkapkan oleh dr. Sudirman yang memantau langsung kondisi korban di RSUD Kota Bekasi.
Direktur Utama RSUD Kota Bekasi sebelumnya mencatat bahwa total pasien yang masih dirawat di rumah sakit mencapai 22 orang, dengan tiga di antaranya dirawat di ruang ICU pasca operasi. Namun, satu korban mengalami kematian yang disebabkan oleh kecelakaan tersebut. Seluruh korban tabrakan kereta api yang meninggal telah dikebumikan sesuai dengan prosedur.
Meskipun demikian, pihak rumah sakit terus memberikan perawatan intensif kepada korban yang masih dirawat. Mereka akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan korban untuk memastikan pemulihan yang optimal.












