Peristiwa Keributan di Sumur Batu, Kemayoran Jakarta Pusat Berujung Damai
Perseteruan antara oknum anggota TNI dan pemilik warung di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat akhirnya mencapai titik damai setelah insiden tersebut viral dan menciptakan kehebohan di media sosial.
Kesepakatan Damai Tanpa Proses Hukum
Dilansir dari VIVA, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Saputra menyatakan bahwa kedua pihak yang terlibat telah sepakat untuk mengakhiri konflik tanpa melanjutkan proses hukum lebih lanjut.
“Nggak ada tuntutan ganti rugi, hanya masing-masing tidak saling menuntut dan saling memaafkan serta tidak mengulangi perbuatannya,” kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri.
Kronologi Keributan
Sebelumnya, keributan di warung di Kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat menarik perhatian publik setelah video aksi kekerasan dan perusakan viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan seorang prajurit TNI yang diduga terlibat dalam keributan dengan penjaga warung.
Insiden dimulai dari kesalahpahaman saat transaksi di warung yang berujung pada cekcok. Aksi kekerasan pun terjadi, termasuk perusakan fasilitas warung yang dilakukan oleh prajurit TNI. Video tersebut menunjukkan intensitas keributan yang semakin meningkat, hingga akhirnya warga sekitar turun tangan untuk menghentikan aksi pelaku.
Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono, insiden tersebut bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung dan berkembang menjadi cekcok. Prajurit TNI AD mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini tengah menjalani perawatan medis di RS Hermina Kemayoran.
Saat ini, pihak kepolisian bersama TNI terus berkoordinasi untuk menginvestigasi kejadian tersebut, meskipun situasi di lokasi telah kembali kondusif.












