Kerusuhan Breakout Usai Persipura Gagal Promosi
Pasca-laga playoff promosi Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura dan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, kekerasan massal meletus. Kekalahan tipis Persipura dengan skor 0-1 diduga memicu amukan massa pada Jumat malam, 8 Mei 2026.
Penyelidikan Polisi Terhadap Kerusuhan
Keberadaan aparat kepolisian sedang menyelidiki akar permasalahan yang melatarbelakangi kerusuhan di Stadion Lukas Enembe. Tim Inafis Polda Papua serta Satreskrim Polres Jayapura tengah melakukan pendataan terhadap kerusakan fasilitas dan kendaraan akibat amukan massa.
Kombes Pol Cahyo Sukarnito dari Polda Papua mengungkapkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti kerusuhan tersebut. Penyebab utama diduga adalah kekecewaan atas kekalahan tim Persipura yang merupakan tim kebanggaan masyarakat setempat.
Sebanyak 64 kendaraan roda dua dan empat mengalami kerusakan, beberapa di antaranya bahkan dibakar dan dilaporkan hilang. Kerusuhan juga menimbulkan korban luka, termasuk 10 anggota kepolisian yang sedang melaksanakan tugas keamanan.
Kegagal Promosi Persipura ke Super League
Moment ketegangan mencapai puncak saat wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Dengan keberhasilan Adhyaksa FC mencetak gol kemenangan lewat Adilson Silva pada injury time babak pertama, Persipura harus menerima kenyataan pahit dan gagal promosi ke Super League musim depan.
Video yang viral di media sosial menyoroti aksi pelemparan botol air mineral, flare, dan petasan ke lapangan. Keadaan semakin tak terkendali ketika sebagian penonton turun ke lapangan dan mulai merusak fasilitas stadion, menciptakan situasi kacau.












