Kritik Tajam Pelatih Bali United, Johnny Jansen, terhadap Etika Borneo FC
Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, mengungkapkan kekecewaannya atas etika permainan tim lawan, Borneo FC, setelah kekalahan dramatis dengan skor 2-3 dalam pertandingan sengit pekan ke-32 Kompetisi Super League musim 2025/2026.
Insiden Kontroversial di Lapangan
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, kekalahan Bali United dipicu oleh insiden kontroversial yang terjadi. Sebuah momen yang menyebabkan gol kedua tuan rumah melalui penalti menjadi sorotan utama pertandingan tersebut.
Gawang Bali United harus kemasukan dua gol dari Mariano Peralta dan satu gol bunuh diri, sementara tim tamu hanya mampu membalas melalui Teppei Yachida dan satu gol bunuh diri dari lawan. Permasalahan bermula ketika penyerang Bali United, Boris Kopitovic, menunjukkan sportivitas dengan menendang bola keluar lapangan untuk pemain lawan yang cedera.
Pelanggaran Etika dalam Pertandingan
Johnny Jansen menegaskan bahwa pihak Borneo FC dinilai tidak berlaku adil setelah situasi tersebut. Mereka tidak mengembalikan bola seperti seharusnya setelah jeda pengobatan, yang akhirnya berujung pada pelanggaran di area terlarang dan berbuah penalti yang kontroversial.
Menurut Jansen, kegagalan timnya meraih poin penuh sangat dipengaruhi oleh insiden di luar lapangan ini. Tanpa penalti kontroversial tersebut, hasil akhir pertandingan mungkin bisa berakhir dengan skor imbang. Kekecewaan Jansen mencapai puncaknya hingga terlibat adu mulut dengan ofisial tim tuan rumah di bangku cadangan.












