Berita  

Capaian RI Kurangi Luas Karhutla hingga 86% di Forum PBB

Raja Juli Antoni Laporkan Capaian Indonesia dalam Pengendalian Karhutla di Sidang UNFF21

Pada rangkaian Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan capaian signifikan Indonesia dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini menjadi bukti nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat aksi iklim melalui perlindungan ekosistem hutan secara berkelanjutan.

Capaian Signifikan dalam Pengendalian Karhutla

Dalam sidang Twenty-first United Nations Forum on Forests, Raja Juli Antoni menyebutkan bahwa Indonesia berhasil mengurangi luas kebakaran hutan dan lahan hingga 86% dalam satu dekade terakhir. Keberhasilan ini merupakan hasil dari sistem pencegahan dan peringatan dini yang terintegrasi, penegakan hukum yang tegas, dan pendekatan berbasis masyarakat di tingkat tapak.

Penurunan luas karhutla juga terus tercatat dalam periode satu tahun terakhir, yaitu 2024-2025. Data menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh pemantauan titik panas (hotspot) yang semakin kuat dan respons cepat dalam pemadaman oleh tim gabungan di lapangan.

Kewaspadaan Terhadap Potensi El Nino

Meskipun Indonesia mencatatkan penurunan karhutla, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan peringatan terkait kondisi iklim tahun ini. Diprediksi akan terjadi fenomena El Nino dengan intensitas Rendah hingga Moderat pada Juni 2026, yang dapat menyebabkan musim kemarau lebih panjang.

Raja Juli Antoni menegaskan perlunya kewaspadaan tinggi dari seluruh pihak, termasuk masyarakat, aparat penegak hukum, serta pemangku kepentingan lainnya, untuk terus meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah-wilayah rawan. Kolaborasi dan kesiapsiagaan dianggap sebagai kunci utama dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan kualitas udara yang sehat bagi masyarakat.

Source link