Berita  

Spesifikasi Rudal Tomahawk AS dan Khawatir Kekuatan Iran


Iran Mulai Pelajari Teknologi Rudal Tomahawk AS yang Ditemukan dalam Kondisi Utuh

Pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 02:30 WIB, terjadi perkembangan menarik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Iran dilaporkan memulai studi terhadap teknologi rudal Tomahawk milik AS yang ditemukan dalam kondisi tidak meledak selama konflik terbaru.

Rudal Tomahawk Sebagai Sumber Teknologi Militer Bernilai Tinggi

Laporan yang pertama kali diungkap oleh kantor berita Iran, Mehr, menunjukkan beberapa rudal Tomahawk ditemukan dalam keadaan utuh setelah tidak meledak saat mencapai target di wilayah Iran. Bagi Iran, bukan hanya serpihan perang biasa, melainkan sebagai sumber teknologi tinggi yang dapat diperoleh dan dipelajari untuk meningkatkan kemampuan persenjataan dalam negeri.

Kemampuan Militer Iran Tidak Boleh Dianggap Remeh

Meskipun belum diverifikasi secara independen, klaim mengenai kemampuan Iran dalam mengurai sistem persenjataan Barat bukanlah hal baru. Selama bertahun-tahun menghadapi embargo dan sanksi internasional, Iran telah aktif melakukan reverse engineering terhadap berbagai sistem persenjataan asing. Bahkan, Iran disebut mampu memulihkan akses operasional ke sebagian besar situs rudal mereka, menunjukkan kemampuan militer mereka yang tidak boleh dianggap remeh.

Media Iran juga mengklaim berhasil mengganggu sistem peledak beberapa rudal Tomahawk menggunakan perang elektronik, hal ini menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan efektivitas senjata AS yang paling diandalkan.

Stok Rudal Iran Tetap Bertahan Berkat Infrastruktur Pertahanan Bawah Tanah

Di sisi lain, Iran juga masih mempertahankan sebagian besar peluncur rudal bergerak serta fasilitas bawah tanah penyimpanan misil mereka. Infrastruktur militer bawah tanah Iran diakui sebagai salah satu yang paling sulit dihancurkan di Timur Tengah. Analis militer Barat meyakini bahwa jaringan bunker dan terowongan bawah tanah Iran menjadi faktor utama dalam pertahanan rudal mereka selama konflik.


Source link