Drama Penyelundupan Sabu Berakhir, Zaki Ditangkap oleh Bareskrim Polri
Pelarian Muhammad Zaki, tersangka kasus penyelundupan sabu antara Malaysia dan Riau, berakhir setelah hampir satu tahun. Zaki berhasil diringkus di sebuah hotel di Dumai, Riau. Namun, di balik aksi pelariannya, terungkap fakta mengejutkan.
Zaki Dibiayai oleh Narapidana selama Menjadi Buronan
Selama masa pelariannya, Zaki meresahkan, dan hidupnya ternyata masih dibiayai oleh seorang narapidana dari dalam penjara. Menurut Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso dari Bareskrim Polri, Zaki memiliki peran penting dalam jaringan penyelundupan sabu lintas negara.
Peran Zaki dalam Jaringan Penyelundupan Sabu
Zaki disebut sebagai perantara tekong laut dan penyimpan dalam jaringan peredaran gelap narkotika tersebut. Menurut pemeriksaan, Zaki mulai terlibat pada tahun 2025 dan berkerja sama dengan seorang narapidana yang kini mendekam di Rumah Tahanan Dumai.
Awal keterlibatan Zaki dimulai dengan pengiriman sabu seberat lima kilogram pada Februari 2025. Selanjutnya, Zaki dipercaya untuk melakukan misi pengambilan narkoba dari Malaka, yang akhirnya membuatnya diterpa masalah dengan polisi.
Selama masa buronannya, Zaki bersembunyi di Dusun Simpang Makmor, Makeruh, Rupat. Seluruh biaya hidupnya, termasuk makanan dan kebutuhan sehari-hari, tetap dipasok oleh narapidana dari dalam penjara melalui keponakannya.
Seluruh kasus ini membawa keberhasilan bagi Bareskrim Polri dalam menangkap Zaki setelah drama penyelundupan sabu lintas negara ini berlangsung cukup lama.












