Wakil Menteri Hukum RI: Pancasila Kunci Memulihkan Kepercayaan Sosial di Tengah Krisis Global
Pada Minggu, 31 Mei 2026, menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Wakil Menteri Hukum RI Edward Omar Sharif Hiariej menegaskan bahwa Pancasila merupakan warisan berharga para pendiri bangsa yang masih relevan hingga saat ini. Hal tersebut disampaikan oleh Eddy saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang dihadiri oleh 10.000 peserta dari dalam dan luar negeri. Acara webinar ini diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum Kementerian Hukum dan Institut Leimena, pada Jumat, 29 Mei 2026.
Keunikan Pancasila dalam Menghadapi Krisis Nilai Global
Dalam paparannya, Eddy mengutip laporan UNESCO tahun 2021 yang menyebutkan tengah terjadi krisis nilai di tatanan global saat ini. Gejala kekerasan, ketidaksetaraan, dan hilangnya rasa hormat terhadap sesama manusia menjadi ancaman yang nyata bagi kehidupan bermasyarakat. Menurut Eddy, salah satu kunci penting untuk memulihkan masyarakat yang sehat adalah dengan membangun kembali kepercayaan sosial.
Bentuk Konkrit dalam Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila
Eddy menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya boleh berhenti pada konsep atau teori semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Ia juga mengapresiasi pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya sebagai instrumen strategis untuk menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kehidupan masyarakat. Sejak awal tahun 2025, Kementerian Hukum bekerja sama dengan Institut Leimena menyelenggarakan pelatihan LKLB bagi aparatur sipil negara di bidang hukum dengan harapan nilai-nilai Pancasila dapat terus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila benar-benar menjadi modal penting dalam menjaga perdamaian dunia di tengah pandemi dan krisis global yang sedang terjadi.












