Trump: Israel dan Hizbullah Sepakat Berhenti Serang-menyerang
Pada hari Selasa, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa Israel dan kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, telah setuju untuk menghentikan serangan satu sama lain. Hal ini terjadi setelah serangkaian komunikasi intensif antara Trump, kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu, dan perwakilan Hizbullah.
Komunikasi Produktif
Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa panggilan telepon yang sangat produktif telah dilakukan dengan Netanyahu. Dalam percakapan tersebut, Netanyahu menjamin bahwa Israel tidak akan mengirim pasukan ke Beirut. Trump menyampaikan, “Tidak akan ada pasukan yang pergi ke Beirut, dan pasukan yang sedang dalam perjalanan telah dipulangkan.”
Komitmen untuk Menghentikan Permusuhan
Trump juga menjelaskan bahwa melalui perantara senior, ia berhasil berkomunikasi dengan Hizbullah. Mereka setuju untuk menghentikan permusuhan dan menetapkan gencatan senjata. Trump menegaskan, “Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang Israel.”
Situasi saat ini memanas setelah Israel terus melakukan serangan ke Lebanon, yang telah menewaskan lebih dari 3.400 orang sejak 2 Maret lalu. Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 17 April telah diperpanjang selama 45 hari setelah mediasi AS. Namun, aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran tetap berlanjut, seperti yang terjadi baru-baru ini di mana militer AS membombardir situs militer Iran.












