Berita  

Fakta Mengejutkan: Pengakuan Nakes Dibegal di Probolinggo Bohong

Polisi Bantah Kasus Pembegalan Nakes RSUD Waluyo Jati Kraksaan sebagai Rekayasa

Pasca pelaporan kasus dugaan pembegalan terhadap seorang tenaga kesehatan (nakes) RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Polres Probolinggo mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut tidak terbukti sebagai tindak kriminal seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Dugaan Begal Terhadap Nakes RSUD Waluyo Jati Kraksaan

Pada Senin, 1 Juni 2026, malam, seorang nakes RSUD Waluyo Jati bernama Nugroho Priyo Wicaksono dilaporkan menjadi korban pembegalan di sekitar kawasan Makam Pahlawan Sidomukti, Kraksaan. Namun, setelah melakukan pemeriksaan mendalam, polisi menemukan kejanggalan pada luka yang dialami korban yang tidak sejalan dengan kronologi pembegalan yang disampaikan.

Selain itu, hasil investigasi menunjukkan bahwa Nugroho Priyo Wicaksono mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut sebenarnya merupakan rekayasa yang ia ciptakan sendiri.

Implikasi dari Kasus Pembegalan yang Direkayasa

Dengan pengakuan tersebut, polisi menegaskan bahwa tidak ada kasus pembegalan yang terjadi, memperingatkan masyarakat agar bijak dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kabar palsu ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Probolinggo dan dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban.

Polres Probolinggo mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan keterangan yang jujur kepada penyidik dan untuk tidak menyebarkan informasi palsu. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keamanan serta ketenangan bersama.

Adapun atas perbuatannya, Nugroho Priyo Wicaksono meminta maaf kepada kepolisian dan masyarakat Probolinggo. Ia juga mengakui bahwa hasil penjualan motor yang dilaporkan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sumber: VIVA

Source link